Logika (bgn 5)

﷽ Pengetian relatif  adalah relatif, bukan mutlak, dan bahkan justru lawan dari mutlak. Dan keuniversalannya itu tidak bisa mengeluarkannya dari makna relatif. Seperti manusia yang keuniversalannya tidak meliputi makna yang berlawanan dengannya seperti kuda misalnya. Jadi manusia adalah manusia dan bukan bukan manusia. Mutlak juga begitu, ia lawan relatif dari sisi makna dan zatnya serta …

Selengkapnya >

Krisis Kepemimpinan, Kedipimpinan/ kemakmuman, Kemanusiaan, Akal, Agama dan Keadilan.

﷽ Untuk mengerti ujian dan harganya serta jalan keluarnya, kita mesti tahu terlebihdahulu apa itu manusia dan kemanusiaan serta tujuan atau hikmah penciptaannya. Karena tanpa itu, maka nantinya akan merasa sejajar semuanya hanya gara-gara sama-sama dapat ujian.  Petaka yang menimpa seseorang atau suatu masyarakat, bisa berupa hukuman dan bisa berupa ujian murni. Yakni kapan saja …

Selengkapnya >

Cara Mencari Ilmu dan Berguru

﷽ Imam Ali as bersabda yang bunyinya kurang lebih adalah: “Ambillah hikmah (yang kuat dalilnya) dari siapapun orangnya.” Maksudnya kurang lebih adalah: Seseorang dengan melihat obyek pelajarannya belajar kepada siapa saja, atau belajar kepada yang tidak dikenalpun, boleh-boleh saja. Misalnya Kalau yang dipelajari tentang akidah, maka yang dilihat adalah dalilnya. Karena dalam akidah tidak boleh taqlid. …

Selengkapnya >

Besar Pasak Dari Pada Tiang

﷽ Nabi saww bersabda yang kurang lebihnya adalah: “Sebagaimana kamu berbuat, seperti itu pula kamu akan mendapat balasan”.  Mungkin salah satu makna dari sabda Nabi saww disini adalah, ukurlah yang kamu keluarkan itu dengan pendapatanmu, karena semua yang kamu keluarkan itu akan menjadi ukuran balasannya….

Selengkapnya >

Beda Adil dan Makshum

﷽ Salah satu perbedaan antara adil (tidak melakukan dosa besar dan kecil) yang biasa disebut dengan makshum dari dosa dengan makshumnya para Nabi as dan Imam as, adalah bahwa ketidakberdosaan adil adalah bersifat lahiriah, dan ketidakberdosaan makshum adalah lahir batin. Maksudnya adalah keyakinan kepada ketidakberdosaan kita kepada adil itu bisa disandarkan kepada lahiriahnya saja, artinya …

Selengkapnya >

Bada’ (perubahan)

﷽ Bada’ di dalam istilah ilmu Kalam bermakna merubah ketentuan dari sesuatu yang sudah ditentukan. Misalnya, ketika seseorang itu melakukan dosa, maka ditentukan dan ditulis oleh Allah melalui malaikatNya sebagai “Pendosa” dan sebagai “Yang terazab”. Tetapi kalau nanti orang tersebut bertaubat, maka ketentuan tadi dirubah menjadi “Yang bertaubat” atau “Masuk surga”. Atau misalnya, seseorang karena …

Selengkapnya >

Arti Tuhan Mengangkat dan Menjatuhkan Pemimpin/raja yang Dikehendaki

﷽ Mengapa segala urusan dan kejadian di muka bumi dikembalikan kepada Allah hingga seakan-akan Tuhanlah penentu semuanya? Jawabnya adalah karena, Tuhan adalah sebabnya para sebab dan sebab akhir dari semua keberadaan. Dengan kata lain, Tuhan adalah sebab hakiki bagi semua kejadian di alam ini walaupun hal itu adalah perbuatan dan pilihan manusia itu sendiri. Karena …

Selengkapnya >

Antara Harta dan Nyawa Bagi Liberalisme Dunia

﷽ Amerika, yang dikenal dengan negara Syam sebenarnya berada di tangan para pengusaha. Di Amerika puluhan ribu orang mati, warganya saling tembak sendiri. Peristiwa saling tembak puluhan kali bahkan ratusan kali terjadi penembakan brutal yang menelan korban anak-anak dan rakyatnya. Tapi semua itu, tidak mencegah para pengusaha senjata di sana untuk menghentikan usahanya menjual senjata. …

Selengkapnya >

‘Allaamah Hilli dan Sulthaan Muhammad Khudaabandeh

﷽ Kata-kata Syi’ah (pengikut), pertama kali diucapkan oleh Nabi saww, dimana sekitar 200 kata-kata “Syi’ah Ali as” (Pengikut Ali as) yang keluar dari lisan suci Rasul saww dan yang ada di riwayat-riwayat Sunni yang mana Nabi saww mengabarkan tentang berbagai hal seperti paling afdhalnya manusia, masuk surga, diridhai, dan seterusnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa …

Selengkapnya >

Allah itu di Langit?

﷽ Memakrifati Allah sebagai Wujud atau Zat Tak Terbatas, akan mengikis kemerasaberadaan dan kemuliaan dirinya sendiri. Karena itu, semakin ia menyembahNya, semakin tidak melihat diri dan kebaikannya serta melihat dirinya yang tersisa, lebih buruk dari yang lainnya. Di sini, dia tidak akan pernah terganggu dengan kesombongan. Karena dia semakin meniada…..

Selengkapnya >

Akhlak dan Fiqih

﷽ Kalau yang dimaksudkan dengan akhlak yang terdapat di dalam hadits Nabi saww yang bersabda: “Aku diutus Tuhan untuk menyempurnakan Akhlak”, maka akhlak ini meliputi seluruh ajaran Islam. Karena itulah yang dibawa Nabi saww. Jadi, semua ajaran Nabi saww masuk di dalamnya diantaranya adalah: akidah, fikih, akhlak, politik, ekonomi, budaya, ilmu-ilmu Qur’an dan hadits …..dan …

Selengkapnya >

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra