ornament-1a

Filsafat dan Irfan

Filsafat adalah ilmu yang membahas tentang wujud dilihat dari sisi wujudnya. Subyek filsafat adalah wujud sebagaimana ia wujud. Tujuan Mempelajari filsafat adalah mengetahui wujud dan membedakannya dari yang tidak wujud dari yang sebenarnya. Begitu pula untuk mengetahui sebab-sebab keberadaan, khususnya sebabnya para sebab, dan mengenal asma-asmaNya yang husna ( indah ) serta sifat-sifatNya yang tinggi. Yaitu Allah.

Sedangkan Irfan adalah banyak dan sangat tahu berasal dari kata ARAFA yang berarti mengetahui. Arif adalah orang yang mengetahui dan Irfan adalah orang yang sangat tahu maksudnya adalah sangat tahu tentang Tuhan. Irfan dibagi menjadi dua bagian yaitu Irfan Nazhari/Teori dan Irfan Amali/praktek. Irfan Teori adalah membuktikan kebenaran wahdatul Wujud, Sedangkan Irfan praktek adalah mengajari teori mencapai wahdatul wujud.

﷽ Apa makna dan penjelasan penggalan ziarah Jami’ah Kabirah berikut ustadz “dzikrukum fidz dzakirin, wa asmaaukum fil asmaa, wa ajsaadukum fil ajsaad, wa Arwaahukum fil arwaah dan seterusnya.” Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan pertanyaan  di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Gradasi  Wujud  dalam  Filsafat  adalah  Wujud  itu  memiliki  satu  pahaman  dan  makna  tapi memilki  perbedaan  dimana  perbedaannya  ditentukan  oleh  wujudnya  sendiri.  Jadi,  tidak dibedakan  dengan  esensi  seperti  yang  dikatakan  oleh  filsafat  Masysyaa’  (parepatetik).  Jadi, Gradasi  Wujud  dalam  filsafat  Mulla  Shadra  ra  adalah  bahwa  perbedaan  wujud  itu  kembali kepada persamaannya, …

﷽ Di dalam perdebatan kefilsafatan, Ayatullah Muhammad Taqi Mishbah Yazdi begitu menekankan urgennya memahami secara benar konsep kemahiyaan, konsep kefilsafatan, dan konsep kelogikaan. 3 tipologi konsep ini merupakan batu loncatan mensortir pemahaman yang ajek dan solid terhadap seabrek narasi. Mohon penjelasan tentang tripologi konsep itu secara luas dan sederhana. Silahkan …

﷽ Apakah di alam barzakh dan di akhirat kelak akal kita masih bisa berfungsi? Misalnya dengan akal itu kita bisa memecahkan masalah, atau membuat ini dan itu seperti layaknya fungsi akal di dunia? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Apakah Bisa Kita Manusia Biasa yang penuh dosa Menembus Hijab yang tebal dalam sholat seperti para imam Makshum? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Apa bedanya akal konvensional dengan akal universal ? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Apakah bisa bersatu antara alam lahut dan alam nasut menurut al ‘alim mulla sadra dan ibnu al arobi? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Shufi ini memiliki setidaknya dua arti di kalangan kaum muslimin. Atau bahkan lebih. Saya pikir mereka menghukumi para shufi itu, sesuai dengan definisi yang ada pada dirinya….

﷽ Apakah dalam melakukan gerak menyempurnanya, seorang manusia perlu kepada rasa suka sebagai bahan bakar/penggerak/motivator ataukah tidak? Ataukah hanya diperlukan di awalnya saja? Ataukah tidak perlu sama sekali? (mengingat ustadz menjelaskan bahwa untuk mencapai alam yang lebih tinggi kita harus meninggalkan rasa suka bahkan terhadap surga sekalipun) Silahkan ikuti penjelasan …

﷽ Apa saja kategori nafsu? Dan bagaimana cara mengatasinya? Dan mengapa dalam terminologi Arab penggunaan mengenal diri maka mengenal Tuhannya menggunakan kata nafs sebagai aku. Apakah kata nafs sebagai nafsu dan nafs sebagai aku itu, apa persamaan (taraduf) dan perbedaan (mutabayin) dari maudhu’ nafs tersebut? Silahkan ikuti penjelasan ustad SA …

﷽ Menangisi imam yang syahid itu bukan hanya sesuai dengan lokgika cinta, tapi bahkan sangat sesuai dengan logika akal. Tangisan bukan hanya baik, tapi kewajiban akal dan agama dalam menentukan sikap terhadap kebenaran tertindas. Jadi, benar-benar kewajiban syariat. Tangisan adalah ibadah yang tinggi dan asas bagi berjalannya manusia menuju kesempurnaan …

﷽ 1)  Apa hukumnya mengikuti dan mengamalkan thariqah yang marak di kalangan ahlussunnah nusantara seperti naqsyabandi, qadiriyyah dan sebagainya? 2)  Ketika mengikuti tasawuf tersebut di awali dengan metode bay’at (sumpah) demi Allah untuk patuh pada guru mursyidnya dan ketika ikut terbukti bahwa ajaran guru tersebut misalnya jauh dari syariat, lantas …

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra