ornament-1a

Logika

Ilmu Logika atau Mantiq merupakan ilmu yang mengatur cara berpikir (analisa) manusia, maka keperluan kita kepada Ilmu Logika adalah untuk mengatur dan mengarahkan kita kepada suatu cara berpikir yang benar.

Yang menjadi subjek (pokok bahasan) Ilmu Logika adalah definisi dan argumen. Maka dari itu kadangkala ia membahas tentang ilmu-ilmu “Gambaran” (tashawwuri, concept). Yakni kepahaman yang belum terhukumi atau kepahaman tunggal. Tujuannya, supaya kita dapat menjabarkan dengan baik suatu kepahaman tunggal yang masih majhul. Tentunya, dengan memberikan rumus-rumus logis untuk itu. Subyek inilah yang disebut sebagai “definisi”.

Akan tetapi, kadangkala Ilmu Logika membahas ilmu-ilmu “keyakinan” (Tashdiqi, Assent). Yakni, kepahaman yang berhukum. Yang juga biasa disebut dengan statemen atau proposisi atau kalimat-berita. Tujuannya, supaya kita dapat membuktikan dengan baik atau mengetahiu kebenaran suatu proposisi atau statemen yang masih majhul. Tentu saja, dengan memberikan rumus-rumus argument yang tepat dan logis. Subyek inilah yang disebut sebagai “argument”.

﷽ Bagaimana melogikakan perjalanan supranatural Rasulullah SAW (Isra’ Mi’raj) ketika di perjalankan ke Sidratul Muntaha, karena menurut logika benda langit saja yang masuk ke bumi akan terbakar ketika melewati ozon. Nah, bagaimana dengan hal tersebut? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan pertanyaan  di atas di dalam PDF …

﷽ Di dalam perdebatan kefilsafatan, Ayatullah Muhammad Taqi Mishbah Yazdi begitu menekankan urgennya memahami secara benar konsep kemahiyaan, konsep kefilsafatan, dan konsep kelogikaan. 3 tipologi konsep ini merupakan batu loncatan mensortir pemahaman yang ajek dan solid terhadap seabrek narasi. Mohon penjelasan tentang tripologi konsep itu secara luas dan sederhana. Silahkan …

﷽ Apakah wujud dalam akal mewujud di luar akal, apakah seperti penggambaran, atau penangkapan, atau cerminan, atau seperti apa? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Tolong jelaskan: 1.  Mengenai hubungan Sebab dan Akibat? 2.  Tentang argumentasi Gerak? Silahkan ikuti penjelasan ustad SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Akal adalah alat pikir. Dan berfikir adalah “Gerak akal dari yang diketahui menuju yang tidak diketahui”. Yakni ketika seseorang menghadapi masalah yang tidak diketahuinya, baik hakikat dan definisinya atau baik alasan dan dalilnya, maka ia mulai berfikir. Yakni mulai mencari-cari di data-data akalnya itu dimana kalau sudah mendapatkan yang …

﷽ Didalam kitab Manzhumah dikatakan bahwa wujud tidak  bisa  didefinisi  dan  semua  penjelasan  tentang  wujud  itu  hanya  penjelasan  kata  (bukan definisi).  Karena  kalau  definisi  harus  dengan  genus  dan  pembeda  dekat.  Sementara  wujud, tidak memiliki genus, karena ia adalah pahaman yang paling tinggi dan paling atas dimana tidak ada lagi pahaman …

﷽ Mohon dijelaskan mengenai epistemologi, cara­cara, kaidah­kaidah penafsiran/takwil Al­qur’an menurut Ahlu Bait dan bagaimana pendapat ustadz tentang Kritik Teks (naqd An­nash) Ali Harb? Silahkan simak penjelasan ustadz SA terkait pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Mohon di jelaskan tentang substansi beserta bagian-bagiannya yang lima itu yaitu : 1. Matter (material) 2. Form 3. Benda 4. Jiwa/ruh dan 5. Akal. Silahkan simak penjelasan ustadz SA terkait istilah-istilah diatas di dalam PDF berikut:

﷽ Logika mengajarkan cara berfikir benar, dan  hal-hal seperti ini banyak di dalam al-Qur’an dan hadits, baik berupa aplikasinya atau rangsangan menggunakan akal. Sampai-sampai ada ayat yang menantang dalil kepada orang kafir kalau mereka merasa yakin bahwa mereka benar (QS: 2: 111).  Kalau dilihat dari sisi hadits, juga terdapat berbagai …

﷽ Khayal itu ada dua makna, filosofis dan umum. Kalau Filosofis, semua gambaran yang ada di akal itu adalah khayal. Khayal ini dibagi dua, memiliki hukum (subyek predikat) atau tidak, yang tidak dikatakan Gambaran/khayal, dan kalau memiliki hubungan hukum atau diterangkan menerangkan dan diyakini kebenaran atau kesalahannya maka dikatakan Yakin, …

﷽ Ada pernyataan yang mengatakan: “Sebelum ada subjek, penilaian (predikat) apapun tidak berlaku”. Ikuti dan Simak diskusi ust SA dengan ust Muhsin Labib dan teman-teman yang lain terkait dengan pernyataan di atas di dalam PDF berikut: …..

﷽ Ilmu, bukan gambaran akal atau keyakinan tanpa dalil, kecuali memang tidak ada predikatnya atau tidak mengandung hukum, seperti putih, panas, manusia, api, gunung dan seterusnya. Tetapi kalau mengandung hukum atau predikat, dan tidak tergolong ilmu mudah seperti api itu panas, maka harus memiliki dalil. Dan dalilnya harus bermuara pada …

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra