Syethan bisa datang dari depan, belakang, kanan dan kiri. Dari depan, adalah memberikan khayalan-khayalan yang jauh ke depan, seperti mau jadi wali, mau jadi milyuner dan seterusnya, sementara potensinya jauh dari mencukupi. Dari belakang adalah mengenangkan apa saja yang terjadi di masa lalu yang membuat kita tersendat untuk berjalan, apakah pengalaman itu pahit atau manis. Dari kanan, biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan akidah atau fikih atau apa saja yang memiliki ciri yang sama, yaitu berat dan tinggi hingga tidak bisa dijawabnya dan membuat yang diganggunya itu bingung dan jadi malas bergeliat untuk taqwa. Yang dari kiri biasanya imingan-imingan dunia baik manis atau pahit. Misalnya kalau kamu taqwa kamu tidak akan punya teman…dan seterusnya. Jalan satu-satunya untuk selamat dari ini semua adalah:…
Silahkan simak kelanjutan penjelasan ustadz SA dalam masalah ini di dalam PDF berikut:
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…