1. Apakah ashalatu al-wujud (essensi universal alami) itu ada? Atau hanya sekedar iktibhar (respectival) saja?
2. Dalam harakkah jawhariyyah apakah gerak itu hanya menyempurna saja (sair takamulli)? Bukankah ada gerak makhluk yang malah semakin menjauhi kesempurnaan? Sehingga
menurut Ayat. M.T Yazdi menganggap harakkah aradhiyyah itu mungkin?
Silahkan ikuti penjelasan alm ust SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…