Categories: Filsafat

Tiada dan Predikasinya

1 – Sebelum ’ada-yang-terbatas’ itu ada, ’dia’ tidak ada. Nah, bukankah kata ’dia’ di sini menunjuk pada ’ada-yang-terbatas’ yang telah/sedang ada, padahal saat itu (yakni sebelum ada), yang ditunjuk itu belum ada untuk bisa ditunju. 2 – Bukankah tidak ada apapun selain ’ada’? Atau dengan kata lain, selain ada = ’tiada’. Lantas, bila ada-yang-terbatas itu memerlukan selain dirinya, berarti dia memerlukan ’ketiadaan’ untuk mengadakan dirinya?

Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan sanggahan-sanggahan  di atas di dalam PDF berikut:

Fadhil Miqdad

Recent Posts

Sunnah Allah Dalam Aali Imraan 137

﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…

1 year ago

Shalat Nabi saww

﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…

1 year ago

Sejarah Sulitnya Masuknya Syi’ah di Iran Yang Berabad-abad Sunni Lalu Ikut Shufi (Shafawi)

﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…

1 year ago

Sejarah Masa Depan

﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…

1 year ago

Sampang, Dari Sebab-Akibat, Penanganan, Sejarah, Konflik, Harapan Sampai Pada Derita Berkepanjangan

﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…

1 year ago

Salah Satu Dari Ratusan Ciri Syi’ah

﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…

1 year ago