Mengenai pengetahuan Tuhan terhadap makhlukNya, para ulama kalam (mutakallimin,) para filusuf dan ‘Arifin atau orang-orang arif memiliki pandangan yang berbeda. Dari sisi ilmu Kalam, yang mengakui adanya makhluk di samping adanya Tuhan adalah Adanya sesuatu yang tidak memiliki batasan. Dan, sudah tentu lawannya adalah adanya sesuatu yang memiliki batasan. yaitu di dalam pandangan seperti ini, pengetahuan Tuhan terhadap makhukNya tidak langsung. Artinya, Tuhan hanya mengenali DiriNya sendiri, lalu dengan mengetahui DiriNya itulah, Ia, mengetahui semua makhlukNya. Dengan alasan dan dalil, bahwa makhluk itu adalah akibatNya. Dan sebab, sudah tentu memiliki kesempurnaan akibatnya yang, sudah tentu bahkan lebih tinggi. Karena kalau sama, berarti sebab itu sejajar dengan akibatnya. Jadi, karena semua sebab itu lebih tinggi dari akibatnya, maka Tuhan yang merupakan sebab bagi semua makhluk, maka sudah tentu di samping Ia memiliki kesempurnaan makhluk, Ia juga memilikinya secara lebih sempurna.
Bagaimana dengan pandangan Irfan? Silahkan buka PDFnya dan simak penjelasan ustadz SA berikut:….
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…