Dikatakan dari argumentasi para filosuf Islam, adalah mustahil untuk mengenal sifat-sifat Allah secara langsung (hakiki), yang kita bisa ketahui hanyalah bayangan sifat Allah dari idrak manusia,
dan tentu ini akan menjadi Huduts (sifat baru) yang nanti akan terbagi menjadi sifat tsubutiyah dan salbiyah. Tapi bagaimana dengan penetapan akal mengenai dalil sebab-akibat bahwa Allah (wajibul wujud) itu pasti Sebab dan bukan akibat, dan Allah adalah sebab awal yang mengada karena diriNya sendiri (wujud bidz-dzat), dan akibatnya adalah wujud yang bergantung dengan sebab/mengada karena yang lain (wujud bil-ghair),  bukankah ini adalah kesimpulan akal terhadap realitas wujud, bahwa wujud itu pasti sebab bukan akibat, nah jika begitu bagaimna mungkin kita bisa mengatakan bahwa wajib wujud atau eksistensi mutlak itu adalah milik Allah, sedangkan dikatakan di awal akal manusia tidak akan mampu menyimpulkannya?

Silahkan simak penjelasan alm ustadz SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

Fadhil Miqdad

Recent Posts

Sunnah Allah Dalam Aali Imraan 137

﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…

1 year ago

Shalat Nabi saww

﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…

1 year ago

Sejarah Sulitnya Masuknya Syi’ah di Iran Yang Berabad-abad Sunni Lalu Ikut Shufi (Shafawi)

﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…

1 year ago

Sejarah Masa Depan

﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…

1 year ago

Sampang, Dari Sebab-Akibat, Penanganan, Sejarah, Konflik, Harapan Sampai Pada Derita Berkepanjangan

﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…

1 year ago

Salah Satu Dari Ratusan Ciri Syi’ah

﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…

1 year ago