Di dalam pembahasan Wahdatul wujud kita telah membuktikan bahwa esensi apapun, seperti Pohon, tidak memiliki wujud sama sekali. Dan wujud itu hanya milik wujud, bukan esensi-esensi. Jadi, kalau kita berkata bahwa “Pohon itu ada/wujud”, maka sebenarnya kita berkata “Wujud/ada itu berwajah dengan pohon itu”. Yakni wujudlah yang wujud dan pohon hanya sebagai tanda bagi kita hingga kita menyadari adanya ada dengan melihat pohon tersebut. Yang ke dua, kita juga telah membuktikan bahwa yang wujud/yang ada hanyalah satu dan Dialah Allah. Jadi, Wujud=Allah=Tuhan. Namun demikian, karena Wujud ini tetap tidak bisa dijangkau dengan mata, akal, kasayaaf dan apapun saja, maka Tuhan menggunakan kata “Api” di dalam surat yang menjadi pembahasan, karena telah membakar semua esensi, terutama esensi Pohon tersebut….
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…