Jika kriteria seseorang dikatakan adil itu dengan tidak melakukan dosa besar dan kecil, lalu bagaimana jika kita misalnya hanya bertemu seminggu
sekali dan dalam waktu beberapa jam saja dengan seorang ustadz, ataupun kawan.. Dan dalam pertemuan yang singkat tersebut kita tidak melihat orang tersebut melakukan dosa besar dan
kecil secara kasat mata. Apakah hanya dengan cara ini kita bisa menyematkan sifat adil kepada orang tersebut?
Silahkan simak penjelasan alm ust SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…