Di dalam Syi’ah merupakan keharusan bahwa calon nabi itu harus makshum (tidak melakukan dosa dari agama sebelumnya) sejak dari kecil. Karena kalau melakukan dosa, akan dilecehkan orang lain setelah nantinya mengaku sebagai nabi dan utusan Tuhan. Oleh Karena itu Dalam Islam yang sebenarnya, Nabi saww tidak pernah dibedah dulu hingga dikeluarkan syethannya dari dalam hati beliau. Tapi beliau dengan bimbingan ibu, kakek dan pamannya, tidak pernah melakukan penyembahan berhala dan mengikuti dengan benar agama nabi Ibrahim as. Tapi kehebatan beliau dalam taat itu, melebihi kedua orang tuanya, kakek dan pamannya Abu Thalib. Karena orang-orang kafir jazirah Arabpun mengakui kehebatan beliau saww hingga dari sejak muda sudah dijuluki al-Amiin. Al-amiin ini, memiliki makna luas. Jadi, julukan al-Amiin itu mengandungi makna yang luas dari arti Jujur itu….
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…