Setelah banyak membaca catatan-catatan pak ustad, bisa dipastikan banyak sekali amalan-amalan, ibadah-ibadah kita yang lalu, sebelum ini terasa jauh dari
‘benar’ mulai dari niat sampai kepada implementasinya, seperti yang sering pak ustad tekankan profesionalisme, sesungguhnya ibadah yang lalu-lalu itu sama sekali tidaklah menunjukan keprofesionalan kita sebagai sahaya dihadapanNYA, bisakah ibadah-ibadah, amalan-amalan yang telah berlalu itu kita ‘tebus’ sekarang ini ? Jika bisa, bagaimana caranya ?
Silahkan ikuti penjelasan alm ust SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…