Di sebuah kajian seorang Ustadz menceritakan kurang lebih sebagai berikut: Seorang bertamu ke Imam Khomeini, ia disuguhkan buah-buahan yang ketika ia makan ternyata asam hingga ia
membuatnya sakit, akan tetapi Imam sendiri memakannya, tak berefek ke tubuhnya ra. Dan ada lagi di arsip Ayt Ma’arsi an-Najafi yang memakan sisa-sisa makanan untuk menghidupi dirinya ra.
Bagaimana merasionalisasikan ini? apakah ini terjadi pada tingkatan fana’?
Silahkan simak tanggapan alm ust SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…