Kepengampunan Tuhan tergantung kepada adanya makhluk dan dosa, dan karenanya menjadi Terikat. Akan tetapi yang terikat itu bukan Dia, melainkan sifat-Fi’ilnya, atau sifat perbuatannya yang memang tidak Azali dan Abadi ini, karenanya itulah sifat pengampun ini bermula dan berakhir. Yakni bermula di kala ada makhluk dan dosa, dan berakhir manakala sudah tidak ada taklif lagi atau sudah tidak ada hisab lagi, atau sudah tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan dari jahannam kelak….
﷽ Apakah yang dimaksud dengan Sunah-Sunah (Allah) dalam Qur'an, sural Ali Imran ayat 137? Silahkan…
﷽ Saya ingin bertanya tentang Rincian shalat Sunnah Rasulullah. Beberapa bagian yang saya ingin tanyakan…
﷽ Sebagaimana diketahui bahwa Iran itu dulunya negara Sunni, sejak jaman Khalifah Umar sampai ke…
﷽ Dikatakan selama Imam Mahdi memerintah lebih kurang selama 8 tahunan, lalu beliau wafat di…
﷽ Mohon pencerahannya terkait dengan kasus Sampang, sebagai orang awam, terus terang saya bingung juga…
﷽ Imam Khumaini ra: “Ia -Shalat- yang dapat mencegah dari perbuatan dosa dan mungkar, ia…