﷽
Kepengampunan Tuhan tergantung kepada adanya makhluk dan dosa, dan karenanya menjadi Terikat. Akan tetapi yang terikat itu bukan Dia, melainkan sifat-Fi’ilnya, atau sifat perbuatannya yang memang tidak Azali dan Abadi ini, karenanya itulah sifat pengampun ini bermula dan berakhir. Yakni bermula di kala ada makhluk dan dosa, dan berakhir manakala sudah tidak ada taklif lagi atau sudah tidak ada hisab lagi, atau sudah tidak ada lagi yang bisa dikeluarkan dari jahannam kelak….
