Sinar Agama

Yayasan Mulla Shadra Hasan Abu Ammar

Peristiwa Nabi Adam as dalam Pandangan Filsafat (Hadiah Kecil Ied Ghadir Khum)

﷽ Ada yang bertanya: Bukankah pelanggaran nabi Adam as atas perintah untuk tidak menyentuh buah “Khuldi” telah menyalahi syari’at, dan juga dalam kalamullah dituliskan pelanggaran itu atas bisikan iblis. Ini berarti telah membatalkan kemakshumannya? Mengenai ketetapan Tuhan, apakah ketetapan-Nya untuk menjadikan nabi Adam as sebagai khalifah di bumi ini atas pengetahuan-Nya bahwa nabi Adam as …

Selengkapnya >

Lensa (Bgn 4) Perkembangan Ruh

﷽ Peniupan Ruh manusia bukan dari luar badannya, dan bukan berarti Ruh manusia itu sudah dicipta sebelumnya. Jadi, Ruh manusia merupakan proses atau gerak substansial dari Ruh tambang yang ada pada daging kambing (misalnya), lalu menjadi Ruh binatang (pada mani) dan kemudian Ruh manusia kala sudah berumur 4 bulan dalam perut…..

Selengkapnya >

Lensa (Bgn 12) Tentang Melihat Wajah Rasul saww Dalam Mimpi

﷽ Bermimpi Nabi saww, memang ada maknanya, tapi hal itu tergantung kepada kondisi yang bermimpi. Jadi, mimpi Nabi saww atau selainnya, tetap memiliki makna. Akan tetapi takbirnya, kadang langsung dan satu kali loncatan, tetapi kadang memiliki beberapa takbir atau jembatan dan loncatan. Yang banyak takbirnya inilah yang dikatakan “kembang tidur”….

Selengkapnya >

Kisah Penciptaan Ruh Manusia Menurut Filsafat dan Qur’an

﷽ Apakah jiwa itu merupakan materi?  Terus dimana batasan antara materi dengan non materi? Peristiwa Adam dan pohon larangan itu apakah ada di alam mitsal? Dan kalau memang benar demikian tampaknya penciptaan Adam pun berproses melalui materi yang berevolusi sehingga menjadi manusia yang sadar? Ikutilah penjelasan ustadz SA yang sarat dengan burhan dan argumen dalam …

Selengkapnya >

Lensa (bgn 2) : “Dan janganlah kamu mengatakan dirimu suci, Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.”

﷽ Merasa paling suci dengan argument  adalah  memahami kebenarannya dan kesalahan yang lain dengan  argumentasi-gamblang, atau ilmu-mudah, atau dengan  premis-premis  ilmu-mudah. Ini kalau dalam pemikiran dan akidah. Tetapi kalau dalam amal, maka sulit perasaan itu dicapai bagi yang tidak makshum atau yang tidak memiliki sandaran makshum. Apalagi akhlak kurang mendukungnya kalau diantara sesama orang baik …

Selengkapnya >

Lensa (bgn 16) : Ke Ma’suman Para Nabi

﷽ Dalam penjelasan filsafat telah dijelaskan bahwa nabi Adam as. ada di bumi. Akan tetapi sebelum bangkit dari tidur pertamanya itu, beliau diperlihatkan tentang surga dan peristiwa sujudnya malaikat dan tidak sujudnya syaithan dan diusirnya syaithan dari surga, dan seterusnya. Semua itu demi pengajarannya sebagai manusia pertama di bumi. Artinya wahyu Tuhan yang berupa mimpi….

Selengkapnya >

Kedudukan Fantastis Imam bag: 3 (Para nabi tidak berhasil menegakkan keadilan, dan yang akan berhasil adalah al-Mahdi as.)

﷽ Nabi saww tidak berhasil di jamannya, karena belum  membumikan Islam dan keadilannya secara menyeluruh di muka bumi sesuai dengan tugas kenabiannya.  Dan  di jaman-jaman setelahnya pun sampai saat ini belum berhasil, karena agamanya jadi cerai berai di  dalam dan tidak bergigi di luar. Dengan demikian dapat dimengerti maksud para ulama Syi’ah kalau mengatakan bahwa misi …

Selengkapnya >

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra