ornament-1a

Fiqih

Fiqih atau Ahkam dalam Bahasa Arab adalah plural atau jamaknya “Hukum”  yang bermakna “Perintah” dalam istilah adalah: Sekumpulan aturan-aturan dan perintah-perintah yang berasal dari Tuhan yang maha Tinggi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan hidup manusia dalam segala sisinya. Dan karena perintah menyebabkan seseorang tercegah dari perbuatan yang salah, maka perintah tersebut disebut “Hukum”. Dengan penjelasan di atas, kita bisa menarik kesimpulan bahwa manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan dan aturan-aturan langit. Sehingga dia mampu menempuh jalan kemanusiaan yang benar di bawah naunganNya dan memperoleh kebahagiaannya.

Zina

﷽ Kalau orang berzina dan kemudian si perempuan hamil, tapi laki-lakinya tidak mau tanggung jawab, bagaimana ya? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari hadits  di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Bolehkah pemuda AB menikahi wanita Sunni? Apakah hikmah dari hadis Rosul : Menikahlah kamu akan kaya. Lalu pertanyaan timbul, kenapa umat muslim masih saja heran ketika pemuda/pemudi yang berusia 20an memutuskan menikah dan notabene mereka belum mapan secara ekonomi? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna …

﷽ Apakah label halal MUI valid bagi kehalalan suatu makanan/restoran? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari hadits  di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Apakah keharusan melibatkan orang yang adil di dalam tim rukyat NU tidak diperlukan karena mereka lebih senior? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari hadits  di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Menurut akal, akan lebih bagus kalau kita bermarja’ dengan lebih dari 1 marja, karena orang mempunyai spesialisasi masing-masing. Seperti dokter mata, dokter THT, Dokter kulit, dan lain-lain. Mengapa kita hanya diwajibkan bermarja’ ke 1 marja saja. Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari …

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra