ornament-1a

Marja

Marja atau Marjak adalah seorang Mujtahid yang memenuhi syarat dan diikuti oleh Muqallid (orang yang bertaqlid). Sedang Mujtahid adalah orang yang mampu mengambil kesimpulan hukum-hukum Tuhan dari sumber-sumbernya. Dan sumber-sumber hukum Tuhan adalah: Kitabullah (al-Quran, Hadits atau Sunnah Nabi saww dan para Imam as baik yang berupa ucapan dan perbuatan Nabi dan makshumin as atau perbuatan orang atau shahabat yang dilihat oleh Nabi atau Makshumin dan tidak dilarang (taqrir), Akal dan Ijmak.

﷽ Menurut akal, akan lebih bagus kalau kita bermarja’ dengan lebih dari 1 marja, karena orang mempunyai spesialisasi masing-masing. Seperti dokter mata, dokter THT, Dokter kulit, dan lain-lain. Mengapa kita hanya diwajibkan bermarja’ ke 1 marja saja. Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari …

﷽ Apakah hukumnya menegakkan negara Islam di negara sendiri, merupakan kewajiban fardu ain bagi setiap muslim? Bagaimana proses penegakkannya menurut ajaran AB , apa dibutuhkan figur seperti ayatullah yang ada di Iran atau independen negeri sendiri? Bagaimana hukumnya orang muslim yang enggan menegakkan negara Islam menurut madzhab Jafari? Silahkan ikuti …

﷽ Wali faqih itu tidak beda dengan imam Makshum as itu sendiri. Mereka memiliki wilayah baik itu diakui orang atau tidak. Jadi, wali faqih itu selalu ada dan mengatur umat, tapi sebatas penerimaan umat itu sendiri. Di dunia, tidak ada paksaan seperti yang sudah sering dijelaskan. Karena itulah, saya katakan …

﷽ Membela kebenaran itu Mahal dan sulit. Karena kebenaran itu sendiri yang akan menolaknya jika tidak benar. Terutama Sang Maha Benar dan Tajalli tertinggiNya yaitu para Makshumin as. Saya menulis komentar tentang SMS ini adang-kadang sampai tidak tidur 24 jam. Merenungi dan merenungi… mencoba memahami maunya, mengerem emosi…

﷽ Banyak hal yang sudah jelas, dibuatnya kabur. Hal ini bisa terjadi dalam beberapa sebab seperti, kecenderungan politik atau ada kecenderungan sok tahu dan merasa lebih tahu dari marja’nya. Bagaimana mungkin Semua Fuqa’ bersepakat bahwa Taqlid itu adalah wajib bagi yang belum sampai pada derajat Ijtihad dan Muhthath, tetepi menurut …

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra