ornament-1a

Filsafat dan Irfan

Filsafat adalah ilmu yang membahas tentang wujud dilihat dari sisi wujudnya. Subyek filsafat adalah wujud sebagaimana ia wujud. Tujuan Mempelajari filsafat adalah mengetahui wujud dan membedakannya dari yang tidak wujud dari yang sebenarnya. Begitu pula untuk mengetahui sebab-sebab keberadaan, khususnya sebabnya para sebab, dan mengenal asma-asmaNya yang husna ( indah ) serta sifat-sifatNya yang tinggi. Yaitu Allah.

Sedangkan Irfan adalah banyak dan sangat tahu berasal dari kata ARAFA yang berarti mengetahui. Arif adalah orang yang mengetahui dan Irfan adalah orang yang sangat tahu maksudnya adalah sangat tahu tentang Tuhan. Irfan dibagi menjadi dua bagian yaitu Irfan Nazhari/Teori dan Irfan Amali/praktek. Irfan Teori adalah membuktikan kebenaran wahdatul Wujud, Sedangkan Irfan praktek adalah mengajari teori mencapai wahdatul wujud.

﷽ Kalau kita sudah bisa menghindari dosa, maka untuk ukuran orang Indonesia yang keadaannya kita ketahui sendiri, sudah akan terkatrol ke maqam di atasnya itu di Mata Allah, in’syaa Allah. Artinya, walaupun mungkin tidak bisa dikatakan pesuluk, tapi mungkin sudah bisa jadi murid pesuluk. Kalau sudah meninggalkan makruh, maka sekalipun …

﷽ Filsafat  telah  menjelaskan  bahwa  kebetulan  itu  sebenarnya  hanya  berupa  ketidak  tahuan  pada sebagian sebab-sebab kejadiannya. Sementara kejadiannya itu sendiri adalah terencana dan tersebabkan secara pasti oleh sebab-sebabnya.

﷽ Allah mencipta alam ini atas dasar naturalisme kebenaran dan, karenanya, tidak akan pernah menerima dengan nyaman apa- apa yang menyimpang dari kebenaran tersebut. Ketidaknyamanan disebut sebagai “Gerak Menekan/memaksa/melawan” dan, karenanya tidak akan bersifat selamanya…..

﷽ Didalam kitab Manzhumah dikatakan bahwa wujud tidak  bisa  didefinisi  dan  semua  penjelasan  tentang  wujud  itu  hanya  penjelasan  kata  (bukan definisi).  Karena  kalau  definisi  harus  dengan  genus  dan  pembeda  dekat.  Sementara  wujud, tidak memiliki genus, karena ia adalah pahaman yang paling tinggi dan paling atas dimana tidak ada lagi pahaman …

﷽ Sesuatu yang tidak bisa dibantah itu belum tentu benar, karena mungkin yang mau membantahnya tidak mampu untuk membantah. Tapi kalau ketidakterbantahan sesuatu itu karena kegamblangannya, maka ini bisa dijadikan petunjuk tentang kebenarannya. Kebenaran gamblang yang tidak terbantahkan ini, juga belum tentu diyakini oleh hati yang memahaminya. Karena yakin itu …

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra