ornament-1a

Tafsir

Tafsir berasal dari akar kata “FASARA” dan fasara bermakna memisahkan, menjelaskan, menerangkan, Membuka, mengungkap sesuatu yang tersembunyi. Sebagian ahli Bahasa menganggab bahwa kata tafsir identik dan sama dengan fasara, sebagian lagi menganggap tafsir sebagai Mubalaghah/hyperbolicnya. Tetapi kebanyakan dan hampir semua ahli bahasa bersepakat mengartikan tafsir adalah menyingkap dan menjabarkan kata-kata dan istilah-istilah, dengan demikian bisa dikatakan bahwa mengingat Tafsir merupakan masdar dan kata dasar dari bab Taf’il, dimana di dalamnya tersembunyi makna hyperbolic, maka maknanya terlihat dengan jelas untuk mengungkap makna kata-kata dan hakikat yang tersembunyi. Kata Tafsir dalam al Qur an hanya terdapat dalam satu ayat yaitu di dalam ayat 33  dari surat al-Furqan. Yang berbunyi: “Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik”.

Dalam istilah, sebagian menganggap tafsir sebagai suatu ilmu, dan sebagian lagi menganggap sebagai usaha dan gerak akal. Sebagai contoh Raghib Esfahani mengatakan: “Tafsir menurut urufnya para cendekiawan adalah mengungkap makna-makna al Quran dan menerangkan maksudnya, baik karena kata-katanya yang sulit atau karena yang lain. Baik berdasarkan makna lahiriyahnya atau berdasarkan yang lainnya”. Allamah Thabathabai mengatakan: “Tafsir menerangkan makna-makna al Quran dan mengungkap maksud dan dalil-dalilnya”.

﷽ Antara orang yang merindukan dan yang dirindukan harus memiliki pensenyawaan dan cinta juga demikian tidak boleh hanya perasaan melainkan harus akli dan filosofis …  

﷽ Jika mengingat hukum Islam (hukum Qishas), apakah untuk mendapatkan pengampunanNya seseorang harus diqishas terlebih dahulu? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan  di atas di dalam PDF berikut:  

﷽ Memahami hadits tidak boleh menyandarkannya hanya pada hadits tersebut. Jadi, harus dikomperasikan dan dihubungkan dengan Hadits-Hadits yang lain dan bahkan ayat-ayat Qur’an….

Musik

﷽ Musik dalam Islam adalah suara mulut yang muthrib, yakni suara yang dinadakan dengan nada-nada tertentu hingga memiliki sifat bisa menghanyutkan/muthrib (walau orang tertentu tidak hanyut)….

﷽ Bagaimana hukumnya: 1)  Mengunakapkan sebuah kekecewaan. 2)  Memberikan penilaian kepada yang lebih atas diri kita misalnya: atasan, guru, orang tua dan lain-lain. Apakah ini tidak menjadi penghalang terkabulnya doa? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan  di atas di dalam PDF berikut:  

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra