﷽
Jika kriteria seseorang dikatakan adil itu dengan tidak melakukan dosa besar dan kecil, lalu bagaimana jika kita misalnya hanya bertemu seminggu
sekali dan dalam waktu beberapa jam saja dengan seorang ustadz, ataupun kawan.. Dan dalam pertemuan yang singkat tersebut kita tidak melihat orang tersebut melakukan dosa besar dan
kecil secara kasat mata. Apakah hanya dengan cara ini kita bisa menyematkan sifat adil kepada orang tersebut?
Silahkan simak penjelasan alm ust SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
