﷽
Manakah sebenarnya yang lebih tepat di antara dua pernyataan ini: ”Manusia yang melayani agama” ataukah ”Agama yang melayani manusia”? (Saya pernah membaca tulisan Ustadz Hasan Abu Ammar yang menyatakan bahwa bahkan sebenarnya pada hakikinya, bukanlah manusia yang menjadi pelayan Tuhan, melainkan Tuhanlah yang melayani manusia. Yakni Tuhan yang memberi keberadaan pada manusia (al-Khaliq), memberi bentuk (al Barii’), mengurus (ar-Rabb), memberi rejeki (ar-Razaq), dan seterusnya. Nah, bagaimana halnya dengan ”Agama”?
Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan alm ust SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
