﷽
1 . Bagaimanakah hubungan antara: syaithan (syaithon), nafsu (hawa nafsu) dan dunia (dunya), yakni hubungan ketiganya itu dalam mengganggu atau merintangi manusia dalam perjalanan taat pada-Nya? Apakah yang satu menguatkan yang lain, atau menjadi semacam kendaraan/sarananya? Adakah hikmah atau sisi positif dari tiga keberadaan ‘musuh’ tadi itu? 2. Bagaimana pula peran ikhlash, akal dan akhirat, sebagai imbangan atau sarana dalam menundukkan/menjinakkan ketiga musuh yang pertama itu agar terhindar dari efek buruknya?
Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari hadits di atas di dalam PDF berikut:
