﷽
Ada sebuah pernyataan yang mengatakan: Menurut saya taqiyya itu ibarat makan buah simalakama yang jika dilakukan bisa terancam agama, jika tidak dilakukan terancam jiwa,
Pertanyaannya: Apa yang harus dilakukan seorang pengajar yang dalam kondisi taqiyya lalu ditanya masalah fiqih oleh muridnya?
Silahkan ikuti tanggapan dan penjelasan alm ust SA terkait dengan pertanyaan dan sanggahan diatas di dala PDF berikut:
