Fanatisme dan Islamisme, Tuhanisme dan tuhanisme

Dalam sebuah hadits Rasulullah saww disebutkan: ”Barang siapa yang fanatik pada seorang atau mengharuskan orang-orang fanatik kepada dirinya, maka ia telah mencabut ikatan keimanan dari lehernya.”(Al Kafi juz 2 hal 308).

Pertanyaan: Bagaimana yang disebut fanatik dalam hadits ini?

Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

BACA JUGA:  Antara Qadar, Qadha dan keAdilan Tuhan

Leave a Reply

Alamat email anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra