Menangis dan Memaktami Orang Mati Serta Fitnah Terhadap Syi’ah bag: 2

Kafir bermakna menutupi. Yakni menutupi matahatinya sehingga mengingkari Tuhan dan apa-apa yang datang dariNya. Kafir banyak ragamnya tidak hanya pengingkaran terhadap Tuhan, seperti kafir nikmat dimana istilah ini terdapat di Syiah maupun di Sunni. Ada juga istilah kafir imamah yaitu yang ingkar terhadap keimamahan Amirulmukminin Ali as dan sebelas imam-imam lainnya. kafir imamah ini tetap muslim. Kafir imamah, adalah yang tahu dengan yakin tentang kebenarannya tapi tetap saja tidak mengikutinya. Nah, orang-orang seperti inilah yang dikatakan kafir imamah itu, bukan yang tidak tahu atau yang belum yakin. Jadi, urusan shahabat Nabi saww, sekalipun sudah diwajibkan berbaiat oleh Nabi saww di hari Ghadir di haji wada’, tapi tetap saja kita serahkan kepada Allah. Karena setelah Nabi saww wafat, tersebar fitnah yang mengatakan ini dan itu, hingga mungkin saja ada yang ragu terhadap imamah para makshum as ini….

Please wait while flipbook is loading. For more related info, FAQs and issues please refer to DearFlip WordPress Flipbook Plugin Help documentation.

BACA JUGA:  Beda Adil dan Makshum

Leave a Reply

Alamat email anda tidak akan di publikasikan. Bidang yang harus diisi ditandai *

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra