﷽ Gradasi Wujud dalam Filsafat adalah Wujud itu memiliki satu pahaman dan makna tapi memilki perbedaan dimana perbedaannya ditentukan oleh wujudnya sendiri. Jadi, tidak dibedakan dengan esensi seperti yang dikatakan oleh filsafat Masysyaa’ (parepatetik). Jadi, Gradasi Wujud dalam filsafat Mulla Shadra ra adalah bahwa perbedaan wujud itu kembali kepada persamaannya, yaitu wujud itu sendiri…..
Filsafat
Filsafat
Logika (bgn 8): Konsep Kemahiyahan, Konsep Kefilsafatan dan Konsep Kelogikaan. 3 tipologi
﷽ Di dalam perdebatan kefilsafatan, Ayatullah Muhammad Taqi Mishbah Yazdi begitu menekankan urgennya memahami secara benar konsep kemahiyaan, konsep kefilsafatan, dan konsep kelogikaan. 3 tipologi konsep ini merupakan batu loncatan mensortir pemahaman yang ajek dan solid terhadap seabrek narasi. Mohon penjelasan tentang tripologi konsep itu secara luas dan sederhana. Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait …
Apakah di alam barzakh dan di akhirat kelak AKAL kita masih bisa berfungsi
﷽ Apakah di alam barzakh dan di akhirat kelak akal kita masih bisa berfungsi? Misalnya dengan akal itu kita bisa memecahkan masalah, atau membuat ini dan itu seperti layaknya fungsi akal di dunia? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
Akal Konvensional dan Akal Universal ?
﷽ Apa bedanya akal konvensional dengan akal universal ? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
Wahdatu Al-Wujud, bag: 15 (ringkasannya)
﷽ Apakah bisa bersatu antara alam lahut dan alam nasut menurut al ‘alim mulla sadra dan ibnu al arobi? Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
Kebangkitan dan Perkembangan Ruh
﷽ Apakah dalam melakukan gerak menyempurnanya, seorang manusia perlu kepada rasa suka sebagai bahan bakar/penggerak/motivator ataukah tidak? Ataukah hanya diperlukan di awalnya saja? Ataukah tidak perlu sama sekali? (mengingat ustadz menjelaskan bahwa untuk mencapai alam yang lebih tinggi kita harus meninggalkan rasa suka bahkan terhadap surga sekalipun) Silahkan ikuti penjelasan ustad SA terkait dengan pertanyaan …
Antara Ikhtiar Filosofis dan Perasaanis
﷽ Filsafat telah menjelaskan bahwa kebetulan itu sebenarnya hanya berupa ketidak tahuan pada sebagian sebab-sebab kejadiannya. Sementara kejadiannya itu sendiri adalah terencana dan tersebabkan secara pasti oleh sebab-sebabnya.
Ada Apa Dengan Fikih?
﷽ Allah mencipta alam ini atas dasar naturalisme kebenaran dan, karenanya, tidak akan pernah menerima dengan nyaman apa- apa yang menyimpang dari kebenaran tersebut. Ketidaknyamanan disebut sebagai “Gerak Menekan/memaksa/melawan” dan, karenanya tidak akan bersifat selamanya…..
Wujud Tidak Bisa Dikonsep
﷽ Didalam kitab Manzhumah dikatakan bahwa wujud tidak bisa didefinisi dan semua penjelasan tentang wujud itu hanya penjelasan kata (bukan definisi). Karena kalau definisi harus dengan genus dan pembeda dekat. Sementara wujud, tidak memiliki genus, karena ia adalah pahaman yang paling tinggi dan paling atas dimana tidak ada lagi pahaman yang lebih luas di atasnya. …
Tidak Terbantahkan, Belum Tentu Benar
﷽ Sesuatu yang tidak bisa dibantah itu belum tentu benar, karena mungkin yang mau membantahnya tidak mampu untuk membantah. Tapi kalau ketidakterbantahan sesuatu itu karena kegamblangannya, maka ini bisa dijadikan petunjuk tentang kebenarannya. Kebenaran gamblang yang tidak terbantahkan ini, juga belum tentu diyakini oleh hati yang memahaminya. Karena yakin itu ada dua, yakin hati dan …
Logika dan Filsafat dalam Qur’an
﷽ Logika mengajarkan cara berfikir benar, dan hal-hal seperti ini banyak di dalam al-Qur’an dan hadits, baik berupa aplikasinya atau rangsangan menggunakan akal. Sampai-sampai ada ayat yang menantang dalil kepada orang kafir kalau mereka merasa yakin bahwa mereka benar (QS: 2: 111). Kalau dilihat dari sisi hadits, juga terdapat berbagai perintah, rangsangan dan aplikasi terhadap …
Hakikat Manusia
﷽ Ada yang bertanya: Apakh hakikat dari manusia itu? Menjadi manusia itu “capek”, karena harus melaksanakan segala aturan-aturan, dan semuanya akan dimintai pertanggung jawaban. Hal ini berbeda dengan malaikat yang tampaknya di posisi yang aman. Mohon pencerahannya ustad? Silahkan Simak tanggapan ustad SA terkait pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:
