Sinar Agama

Yayasan Mulla Shadra Hasan Abu Ammar

Makna Penyempurnaan Filsafat dan Mempertemukan Filsafat dengan Irfan oleh Mulla Shadra ra

﷽ Gradasi  Wujud  dalam  Filsafat  adalah  Wujud  itu  memiliki  satu  pahaman  dan  makna  tapi memilki  perbedaan  dimana  perbedaannya  ditentukan  oleh  wujudnya  sendiri.  Jadi,  tidak dibedakan  dengan  esensi  seperti  yang  dikatakan  oleh  filsafat  Masysyaa’  (parepatetik).  Jadi, Gradasi  Wujud  dalam  filsafat  Mulla  Shadra  ra  adalah  bahwa  perbedaan  wujud  itu  kembali kepada persamaannya, yaitu wujud itu sendiri…..

Selengkapnya >

Logika (bgn 8): Konsep Kemahiyahan, Konsep Kefilsafatan dan Konsep Kelogikaan. 3 tipologi

﷽ Di dalam perdebatan kefilsafatan, Ayatullah Muhammad Taqi Mishbah Yazdi begitu menekankan urgennya memahami secara benar konsep kemahiyaan, konsep kefilsafatan, dan konsep kelogikaan. 3 tipologi konsep ini merupakan batu loncatan mensortir pemahaman yang ajek dan solid terhadap seabrek narasi. Mohon penjelasan tentang tripologi konsep itu secara luas dan sederhana. Silahkan ikuti penjelasan ustadz SA terkait …

Selengkapnya >

Kebangkitan dan Perkembangan Ruh

﷽ Apakah dalam melakukan gerak menyempurnanya, seorang manusia perlu kepada rasa suka sebagai bahan bakar/penggerak/motivator ataukah tidak? Ataukah hanya diperlukan di awalnya saja? Ataukah tidak perlu sama sekali? (mengingat ustadz menjelaskan bahwa untuk mencapai alam yang lebih tinggi kita harus meninggalkan rasa suka bahkan terhadap surga sekalipun) Silahkan ikuti penjelasan ustad SA terkait dengan pertanyaan …

Selengkapnya >

Antara Ikhtiar Filosofis dan Perasaanis

﷽ Filsafat  telah  menjelaskan  bahwa  kebetulan  itu  sebenarnya  hanya  berupa  ketidak  tahuan  pada sebagian sebab-sebab kejadiannya. Sementara kejadiannya itu sendiri adalah terencana dan tersebabkan secara pasti oleh sebab-sebabnya.

Selengkapnya >

Ada Apa Dengan Fikih?

﷽ Allah mencipta alam ini atas dasar naturalisme kebenaran dan, karenanya, tidak akan pernah menerima dengan nyaman apa- apa yang menyimpang dari kebenaran tersebut. Ketidaknyamanan disebut sebagai “Gerak Menekan/memaksa/melawan” dan, karenanya tidak akan bersifat selamanya…..

Selengkapnya >

Wujud Tidak Bisa Dikonsep

﷽ Didalam kitab Manzhumah dikatakan bahwa wujud tidak  bisa  didefinisi  dan  semua  penjelasan  tentang  wujud  itu  hanya  penjelasan  kata  (bukan definisi).  Karena  kalau  definisi  harus  dengan  genus  dan  pembeda  dekat.  Sementara  wujud, tidak memiliki genus, karena ia adalah pahaman yang paling tinggi dan paling atas dimana tidak ada lagi pahaman yang lebih luas di atasnya. …

Selengkapnya >

Tidak Terbantahkan, Belum Tentu Benar

﷽ Sesuatu yang tidak bisa dibantah itu belum tentu benar, karena mungkin yang mau membantahnya tidak mampu untuk membantah. Tapi kalau ketidakterbantahan sesuatu itu karena kegamblangannya, maka ini bisa dijadikan petunjuk tentang kebenarannya. Kebenaran gamblang yang tidak terbantahkan ini, juga belum tentu diyakini oleh hati yang memahaminya. Karena yakin itu ada dua, yakin hati dan …

Selengkapnya >

Logika dan Filsafat dalam Qur’an

﷽ Logika mengajarkan cara berfikir benar, dan  hal-hal seperti ini banyak di dalam al-Qur’an dan hadits, baik berupa aplikasinya atau rangsangan menggunakan akal. Sampai-sampai ada ayat yang menantang dalil kepada orang kafir kalau mereka merasa yakin bahwa mereka benar (QS: 2: 111).  Kalau dilihat dari sisi hadits, juga terdapat berbagai perintah, rangsangan dan aplikasi terhadap …

Selengkapnya >

Hakikat Manusia

﷽ Ada yang bertanya: Apakh hakikat dari manusia itu? Menjadi manusia itu “capek”, karena harus melaksanakan segala aturan-aturan, dan semuanya akan dimintai pertanggung jawaban. Hal ini berbeda dengan malaikat yang tampaknya di posisi yang aman. Mohon pencerahannya ustad? Silahkan Simak tanggapan ustad SA terkait pertanyaan di atas di dalam PDF berikut:

Selengkapnya >

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra