﷽ Memakrifati Allah sebagai Wujud atau Zat Tak Terbatas, akan mengikis kemerasaberadaan dan kemuliaan dirinya sendiri. Karena itu, semakin ia menyembahNya, semakin tidak melihat diri dan kebaikannya serta melihat dirinya yang tersisa, lebih buruk dari yang lainnya. Di sini, dia tidak akan pernah terganggu dengan kesombongan. Karena dia semakin meniada…..
Tag: Filsafat
Akal itu Yang Menaati Allah dan Berusaha Menggapai Surga
﷽ Definis akal di dalam riwayat yang diriwayatkan oleh imam Jakfar Shodiq as adalah: Apa-apa yang dengannya Allah swt ditaati dan disembah dan dengannya Surga digapai. Salah satu tafsiran yang bisa diraba dari riwayat ini adalah: Akal memiliki dua makna secara hakiki: Pertama, memahami sesuatu dengan benar dan dengan dalil gamblang. Ke dua, memahami bahwa …
Wahdatulwujud Dalam Pandangan Filsafat Mulla Shadra ra, Masysyaa’ dan Irfan
﷽ Wujud Kalau dilihat dari sisi filsafat, hanya ada satu, tapi bergradasi. Yaitu perbedaannya kembali ke persamaannya, yaitu wujud itu sendiri. Jadi, maksud gradasi adalah wujud yang bertingkat yang dibedakan dari sisi wujudnya, bukan esensinya. Tapi kalau dilihat dari Irfan, maka wujud itu memang hanya satu dan yang terlihat banyak ini hanyalah esensi saja. Dan …
Wahdatu Al-Wujud (Bgn: 2)
﷽ Semua keberadaan dan aktifitas aksident bertopang pada substansi dan substansi pada wujud. Konsep ada dan gerak yang ada pada non materi sama saja dengan materi selama ia masih berhubungan dengan materi, sekalipun ada perbedaannya, tetapi secara global adalah sama. Dengan demikian peristiwa/gerak/proses yang ada terjadi pada aksiden, bergantung dan bersumber dari substansi. Begitu pula …
Wahdatu Al-Wujud (Bgn: 3)
﷽ Bagaimanakah tingkatan-tingkatan wujud dalam keber”ada”annya, sebagimana yang dimaksud Mulla Shadra ? Apakah tingkatan-tingkatan wujud tersebut bersifat kekal sejak adanya atau mengalami evolusi, perubahan, perombakan, atau bahkan pemusnahan ? Apakah alam materi yang sekarang ini merupakan alam materi pertama.. lalu, apakah ada penciptaan makhluk di alam materi setelah hari pembalasan ? Silahkan disimak ulasan dan …
Wahdatul Al-Wujud (Bgn: 4)
﷽ Mohon Dijelaskan Tentang Kitab Lauhul Mahfuzh dan Pandangan Mulla Shadra tentang Konsep Empat Tahapan Perjalanan Manusia (Dalam Kajian Filsafat dan Irfan). Selamat menikmati ulasan dan penjelasan ustadz SA di PDF berikut:….
Lanjutan Wahdatul Wujud (bgn 5) Tahap 3
﷽ Tak seorangpun dibolehkan mengikuti kata hati. Kalau maksud hati disini adalah tempat merasakan sedih, senang, marah …dan seterusnya, dimana dalam istilah filsafat disebut ruh hewani dimana semua binatang juga memilikinya. Karena hati ini bukan ukuran kebenaran. Tetapi kalau hati yang bermakna akal, maka dia adalah akal itu sendiri dan bisa dan bahkan harus dijadikan …
Lanjutan Wahdatu Al-Wujud (Bgn: 5) Tahap 1,
﷽ Dari satu sisi ilmu memiliki dua bagian. Yang pertama adalah Ilmu Hushuli yaitu ilmu yang diketahui akal melalui gambaran obyek ilmu, walau dia juga disebut sebagai obyek ilmu tetapi karena penisbahan ilmunya atau infonya kepada obyek luar akalnya, maka ia dikatakan ilmu hushuli. Dan yang ke dua adalah Ilmu Hudhuri yaitu ilmu yang didapat …
Wahdatu Al-Wujud (Bgn: 5)
﷽ Setiap orang yang mampu melakukan empat perjalanan, akan menempati posisi hakikat kewilayahan. Orang yang sampai ke maqam itu, secara otomatis akan memiliki semua yang dimiliki seorang imam. Akan tetapi kalau dia seorang perempuan tidak bisa menjabat sebagai imam dalam Islam, oleh karena itu Hadh Fathimah as tidak diangkat menjadi imam oleh Allah swt hingga …
Wahdatul Wujud (Bgn : 6) Dalam Tinjauan Naql
﷽ Di dalam pembahasan Wahdatul wujud kita telah membuktikan bahwa esensi apapun, seperti Pohon, tidak memiliki wujud sama sekali. Dan wujud itu hanya milik wujud, bukan esensi-esensi. Jadi, kalau kita berkata bahwa “Pohon itu ada/wujud”, maka sebenarnya kita berkata “Wujud/ada itu berwajah dengan pohon itu”. Yakni wujudlah yang wujud dan pohon hanya sebagai tanda bagi …
Wahdatu Al-Wujud (bag: 6) Dalam Tinjauan Naql = seri penjelasan-1
﷽ Pemahaman tentang wahdatul wujud, tidak wajib diterima sekalipun ada di dalam Qur’an, karena bisa dikatakan bahwa ia sendiri merupakan pahaman yang memerlukan kedalaman ilmu yang diluar jangkauan rata-rata akal manusia. Dan juga bukan lagi pembahasan Syi’ah-Sunnah, karena kebanyakan orang-orang (dan ulama) di dua kelompok itu, menentangnya, dan karena bagi yang tidak menentangnya dapat dipertemuakan …
Wahdatu al-Wujud- Bag: 7
﷽ Benarkah pada tahun 685 Pernah Terjadi Hujan Darah? Ustadz menyinggung secara sederhana beberapa Mu’jizat Para Nabi Sehingga untuk sementara dari komentar ustadz tersebut saya mengambil kesimpulan sementara bahwa Mu’jizat adalah sebuah Fenomena Sebab – AKibat yang tidak diantarai oleh waktu sebagaimana kejadian alamiah umum…. Silahkan simak penjelasan dan tanggapan ustadz SA dalam PDF berikut:
