ornament-1a

Filsafat dan Irfan

Filsafat adalah ilmu yang membahas tentang wujud dilihat dari sisi wujudnya. Subyek filsafat adalah wujud sebagaimana ia wujud. Tujuan Mempelajari filsafat adalah mengetahui wujud dan membedakannya dari yang tidak wujud dari yang sebenarnya. Begitu pula untuk mengetahui sebab-sebab keberadaan, khususnya sebabnya para sebab, dan mengenal asma-asmaNya yang husna ( indah ) serta sifat-sifatNya yang tinggi. Yaitu Allah.

Sedangkan Irfan adalah banyak dan sangat tahu berasal dari kata ARAFA yang berarti mengetahui. Arif adalah orang yang mengetahui dan Irfan adalah orang yang sangat tahu maksudnya adalah sangat tahu tentang Tuhan. Irfan dibagi menjadi dua bagian yaitu Irfan Nazhari/Teori dan Irfan Amali/praktek. Irfan Teori adalah membuktikan kebenaran wahdatul Wujud, Sedangkan Irfan praktek adalah mengajari teori mencapai wahdatul wujud.

﷽ Perjalanan dari makhluk ke Khaliq (al-safar min al-Khalq ila al-Haq), 2.  Perjalanan dari al-Haq menuju al-Haq bersama al-Haq (al-safar fi al-Haq), 3.  Perjalanan dari al-Haq menuju makhluk bersama al-Haq ( al-safar min al-Haq ila al-khalq bi al-Haq), 4.  Perjalanan dari makhluk ke makhluk bersama al-Haq (al-safar fi al-khalq bi …

﷽ Apakah maqam spiritual itu bisa diverifikasi? Dengan apa dan bagaimana caranya? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari hadits  di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Bagaimanakah Syiah menjawab pertanyaan “Dimanakah Allah” Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan pertanyaan  di atas di dalam PDF berikut:

﷽ Ada pendapat yang mengatakan bahwa Hakikat lebih substansial, Syar`i; sebagaimana artinya sebagai jalan menuju, adalah semacam aksidental saja dibanding Hakikat; yang terpenting adalah hakikatnya, syari`at hanya macam baju saja, dan kita bisa memakai baju yang berbeda-beda; hakikatnya kita menutup aurat saja. Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait …

﷽ 1 . Sejauh mana kita bisa menembus ke-Tuhan-an kita? 2. Bagaimana (sedikit) gambaran alam ahadiyah? 3.  Bisakah ada pertemuan esensi kemanusiaan dan esensi keTuhanan? Silahkan ikuti penjelasan dan tanggapan ustadz SA terkait dengan makna dan maksud dari hadits  di atas di dalam PDF berikut:

error: Copyright © 2020, Sinar Agama - Mulla Shadra Hasan Abu Ammar ra